
POLMAN, JEJAKINFO — Sejumlah tokoh pemerintahan, aktivis, dan insan pers menghadiri dialog bertajuk “Membangun Polman dari Luar Pemerintahan” yang digelar di Dominos Cafe, Madatte, Kecamatan Polewali, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini diprakarsai oleh media nasional Skor News yang kini memasuki usia ke-14 tahun, bekerja sama dengan Direktur Logos Politika, Maemunis. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi berbagai elemen masyarakat untuk membahas peran masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Direktur Skor News, Awi Mandar, menegaskan bahwa kritik seharusnya dipandang sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah, bukan sebagai ancaman bagi pemerintah.
“Pemerintah terkadang salah memahami kritik. Padahal kritik adalah instrumen penting dalam pembangunan, baik yang disampaikan oleh adik-adik aktivis maupun oleh media,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Polman Fahri Fadly menyampaikan bahwa setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dengan tujuan yang sama, yakni membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat. Ia menilai tema dialog yang mengangkat peran masyarakat di luar pemerintahan sangat relevan dalam mendorong kemajuan daerah.
“Membangun daerah membutuhkan dorongan dan partisipasi semua pihak. Saya sepakat dengan tema ini, apalagi banyak dihadiri aktivis. Ini adalah bagian dari upaya bersama untuk membangun Polman,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Polman sebagai modal besar pembangunan. Dengan jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan SDM yang cukup besar, menurutnya diperlukan kolaborasi serta ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
“Kita harus duduk bersama menyelesaikan persoalan yang ada. Saya yakin pembangunan tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Sharing seperti yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu upaya membantu pemerintah menjalankan pembangunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Polman juga menyinggung persoalan tata ruang dan lingkungan, khususnya pembangunan perumahan yang selama ini kurang memperhatikan sistem drainase dan resapan air.
“Banyak perumahan yang dibangun sejak dahulu tanpa memperhatikan drainase dan resapan air. Dampaknya kini menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Polman, Andi Himawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah menyiapkan layanan khusus sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, saran, maupun keluhan terkait pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Kami juga telah menyiapkan layanan khusus yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Andi Himawan.(bdt)
